• 12 Desember 2021

AJP Dorong Dispar Sultra Ciptakan Marketplace Bagi Pelaku UMKM

Nov 30, 2021 , ,

KENDARI — Anggota DPRD Sultra Aksan Jaya Putra (AJP) mendorong Dinas Pariwisata bisa bekerjasama dengan programer yang ada di sultra membuat sesuatu program atau aplikasi digital semacam marketplace.

Sehingga, kata AJP, aplikasi digital yang digunakan ini bisa mendatangkan sumber pemasukan bagi daerah atau PAD.

Sebab selama ini, ujarnya, masyarakat yang mengunakan marketplace dari tempat lain tidak terjangkau oleh PAD, sehingga hal itu tidak menjadi sumber pendapatan bagi daerah.

“Jadi kedepan ini yang kita pikirkan bersama. Bagaimana Dinas Pariwisata berkomunikasi dengan para programer yang ada untuk bisa menciptakan market pleace khusus produk yang berasal dari sultra,”ujarnya.

Karena itu saat ini pihaknya bersama pihak terkait terus memberikan edukasi kepada masyarakat terutama pelaku ekonomi kreatif agar masuk ke pasar digital, dan mensinergikan teknologi yang ada, sehingga produk daerah dapat dikenal luas masyarakat, tidak hanya masyarakat luar tapi juga bagi masyarakat sultra.

“Produk kita paling tidak harus dikenal masyatakat sultra sendiri, jangan cuma orang luar yang kenal. Karena itu diperlukan sinergitas Dispar, DPRD, dan pihak terkait,” sambungnya.

Karenanya, langkah ini merupakan upaya pemulihan ekonomi di Sultra, dengan bersinergi dan kolaborasi antar lambaga dalam mendukung UMKM pada era digital saat ini.

Selain itu, di masa pandemi Covid-19 telah memberikan ruang adopsi yang besar terhadap memanfaatan teknologi digital.

Kondisi itu membuat para pelaku ekonomi kreatif dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) suka atau pun tidak harus masuk kedalam ekosistem digital.

Dengan masuk ke ekosistem digital, pelaku usaha bisa memasarkan berbagai jenis usahanya kedalam pasar digital.

Karenanya kata politisi Partai Golkar ini, pihaknya di DPRD Sultra telah mendorong pemerintah daerah khususnya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menghadirkan kegiatan, bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif di pasar digital.

Salah satunya lanjutnya, pemerintah daerah harus membantu menyediakan atau membuatkan software bagi pelaku usaha.

“Paling tidak melalui software ini paling tidak kita bisa memasarkan, tanpa harus mengunakan operator lain, seperti tokopedia dan lainnya,” ujarnya.

-------------------------------