• 23 Oktober 2021

Genap 10 Bulan PT. IMN di Police Line, LMC Soroti Kinerja Polda Sultra

Agu 25, 2021

KONSEL, Parameternews.com-Kasus dugaan ilegal mining yang menyeret perusahaan PT. Integra Mining Nusantara (IMN) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), kembali di soroti oleh Law Mining Center (LMC) Sulawesi Tenggara (Sultra) perihal penanganan Polda Sultra dalam menindak Ilegal Mining di Kecamatan Laeya.

Adalah Julianto Jaya Perdana, Ketua Umum LMC Sultra, yang mempertanyakan terkait tindak lanjut penanganan kasus tersebut usai di Police Line oleh tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polda Sultra pada bulan November 2020.

“Kami ingin mempertanyakan kepada pihak Polda Sultra perihal dugaan ilegal Mining yang sebelumnya telah di proses oleh tim tipidter Polda Sultra dengan membentangkan garis Police Line pada Tumpukan Ore Nikel dan Beberapa Alat dari PT. Integra Mining Nusantara karena di duga telah melakukan penambangan di Luar WIUP,” ucapnya saat di temui Lounge Plaza In Kendari. Rabu (25/8/2021).

Selain itu, Jul (sapaan akrabnya) Juga mengungkapkan bahwa kegiatan penambangan tersebut di duga berada di atas IUP PT. Mega Nikel Indonesia sehingga menurutnya hal tersebut dapat di sangkakan bertentangan dengan pasal 158 undang-undang 3 tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang mineral dan batubara.

“Jika di lihat berdasarkan dari Kordinat dan citra satelit bekas tambang PT. Integra Mining Nusantara bekas penggarapan PT. IMN ini sudah keluar dari WIUP dan hal tersebut dapat di sangkakan pasal 158 Undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang Minerba,” tuturnya.

Pungkasnya, Mahasiswa hukum itu mendesak pihak Polda Sultra untuk terang-terangan menindaklanjuti terkait perkembangan kelanjutan kasus dugaan ilegal Mining PT. IMN.

“Kami meminta Polda Sultra untuk terang-terangan dalam menindaklanjuti perkembangan dan kejelasan kasus PT. Integra Mining Nusantara, apakah sudah SP3 atau bagaimana, jika kemudian polda Sultra tidak mampu memberikan keterangan, patut kami duga ada yang bermain mata dengan kasus ini mereka mengatasnamakan hukum namun hanya sekedar hidangan prasmanan dalam menindaklanjuti kasus ilegal Mining di Sultra,” tutupnya.

-------------------------------