• 20 September 2021

Suntikan Dana Rp2,3 M, Pertamina Beri “Nafas” Baru Bagi UMKM Agar Bangkit

Okt 30, 2020

KENDARI, bisnissultra.com – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi memberikan bantuan modal melalui Program Kemitraan (PK) Pinky Movement. Hal itu untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar memiliki nafas baru dan bisa bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi.

Pinky Movement merupakan inovasi Pertamina dalam hal pembiayaan dan pembinaan yang bertujuan meningkatkan kemampuan UMKM, terutama bagi sektor yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina.

Kali ini Pertamina kembali menyuntikkan bantuan modal usaha kepada pemilik UMKM dan pangkalan Gas Elpiji terpilih sebanyak 28 orang di Sulawesi tersebar di tiga provinsi, yaitu Gorontalo sebanyak 3 orang, Sulawesi Utara sebanyak 7 orang dan Sulawesi Tenggara sebanyak 18 orang. Total bantuan modal yang disalurkan kali ini mencapai Rp 2,3 miliar.

Suasana penyerahan bantuan modal melalui Program Kemitraan (PK) Pinky Movement Pertamina di Fuel Terminal (FT) Kendari.

Bantuan modal ini secara simbolis diserahkan oleh Executive General Manager Regional Sulawesi, Rama Suhut, kepada perwakilan penerima program Pinky Movement dalam lawatan kerja ke Fuel Terminal (FT) Kendari.

Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, menyebutkan bahwa Pinky Movement mempunyai fokus utama, yakni menyasar UMKM dan pengusaha elpiji yang dalam menjalankan usahanya masih menggunakan atau menjual elpiji 3 kg, untuk kemudian beralih menggunakan atau menjual produk elpiji nonsubsidi yaitu Bright Gas 5,5 kg atau Elpiji 12 kg.

“Jadi, suntikan dana ini merupakan kali kedua Pertamina MOR VII menyalurkan bantuan modal program Pinky Movement. Dengan penyaluran modal usaha Pinky Movement kali ini menjadikan total dana yang telah digelontorkan MOR VII mencapai Rp 4,3 miliar,” ungkapnya, Minggu (25/10).

Dijelaskan, selain pembiayaan, UMKM binaan juga akan mendapatkan pembinaan berupa pelatihan. Tujuan pembinaan ini adalah agar pelaku UMKM dan pengusaha elpiji tersebut dapat meningkatkan kompetensinya dan mengembangkan bisnisnya.

“Kami berharap dari program Pinky Movement, semoga membantu UMKM dan pengusaha elpiji menjadi lebih mandiri terutama mereka yang terkena dampak COVID-19, dan sebagai pilot project program itu,” ucapnya.

Lanjutnya, program Pinky Movement sekaligus mengedukasi UMKM untuk meningkatkan kesadaran dalam penggunaan LPG subsidi sesuai peruntukannya.
Pertamina juga memberikan pola pendampingan, pembinaan, pelatihan yang terarah dan pengembangan pasar dalam ajang pameran, merupakan salah satu cara dalam mendampingi mitra binaan Pertamina untuk tumbuh dan berkembang.

“Dengan bantuan ini diharapkan bisa memberikan nafas baru untuk UMKM tetap hidup dan bisa terus beroperasi. Serta diharapkan suntikan modal ini bisa memperpanjang nafas mereka sekaligus bisa melewati masa pandemi ini,” cetusnya.

Laode menambahkan bahwa Program Pinky Movement ini terbuka bagi pelaku UMKM dan pemilik pangkalan Elpiji di seluruh wilayah Sulawesi sepanjang tahun 2020. “Bagi mereka yang ingin bergabung, bisa melihat persyaratan dan men-download formulirnya di website www.pertamina.com/id/smepp–program-kemitraan” tutupnya. (BS)

-------------------------------