• 20 September 2021

Usaha Hidroponik Ditengah Covid-19, Raih Omset Hingga Rp500 Ribu Perhari

Des 2, 2020

Pemilik Usaha Love Gorden Hidroponik Kendari, Asni Asyiani

KENDARI – Pemilik usaha hidroponik Love Gorden, Asni Asyiani mengungkapkan, saat Covid-19 melanda, pihaknya mengembangkan sistem hidroponik dengan memanfaatkan lahan di pekarangan rumahnya, yang berdomisili di Kota Kendari tepatnya di Jalan H. Lamuse,  Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga.

Dijelaskan, awal memulai usaha hidroponik sejak pandemi covid-19 melanda yaitu awal bulan April 2020, dulunya mereka mempunyai usaha interior, setelah dipikir-dipikir dampak corona tidak sebentar mereka mempridiksi akan lama dan mulailah mereka putar otak untuk berpindah usaha.

“Kebutulan kami sekeluarga merupakan  pencinta selada, sebelum memulai usaha mereka selalu membeli di Lipo Plaza. Hingga akhirnya munculah ide untuk memulai usaha hidroponik,” ungkapnya saat ditemui ditempat usahanya, Rabu (2/12).

Dia menuturkan, ditengah pandemi saat ini berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup, salah satunya berkebun dengan sistem hidroponik. Upaya berkebun yang awalnya sebagai alternatif mandiri pangan di tengah pandemi justru mendatangkan keuntungan.

“Alhamndulilah dulunya hanya terfikirkan sebagai alternatif pangan, sekarang bisa menambah penghasilan. Dimana dalam setiap harinya sayuran yang dibudidaya melalui sistem hidroponik bisa meraih omset sebesar Rp300 sampai Rp500 perhari,” ujarnya.

Untuk penjualan, pihaknya mengandalkan penjualan langsung dari masyarakat sekitar dan promosi via online, khususnya media sosial, Facebook dan WhasApp. Ia berencana akan terus mengembangkan kebun hidroponik miliknya karena semakin hari permintaan terus meningkat.

Dia menambahkan, untuk tanaman yang ditanam seperti selada, sawi, seledri dan daun bawang.

“Kemudian massa panen dimulai usia 35 hari udah bisa dipanen dengan harga yang sangat terjangkau lima kali jika dibandingkan dengan harga di supermarket. Contohnya seperti selada di supermarket dijualkan Rp50 ribu per tiga pohan tetapi kalau kami jualkan Rp10 ribu per tiga pohon,” tutupnya. (bs)

-------------------------------